Teknik Fotografi memotret Milky Way atau Bima Sakti

Artikel fotografi ini akan sharing teknik fotografi Tips dan Trik Memotret MILKY WAY atau dalam bahasa Indonesia di kenal dengan Bima Sakti. Milky Way berasal dari bahasa latin Via Lactea, diambil dari bahasa Yunani Galaxias yang berarti susu. Adalah galaksi spiral yang memiliki 200-400 miliar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya dan ketebalan 1000 tahun cahaya.

Galaxy Milky Way terlihat sebagai pita kabut cahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau “aura” cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang denga sevolume besar debu dan gas yang terletak di bidang galaksi.

Langsung aja gak pake basa basi lagi, ini dia Tips dan Triknya :
Tips memotret milky way, kita harus tahu terlebih dahulu dimana posisi milky way berada. Untuk itu kita butuh aplikasi astronomy bernama STELLARIUM ini bisa kamu dapatkan secara geratis di stellarium.org, aplikasi ini tersedia untuk windows, mac, dan linux.

Tips Memotret Bima Sakti atau Milky Way
Setelah aplikasi astronomi terinstal, ikuti langkah-langkah di bawah ini dengan baik :
Buka steallarium, dan tentuin dahulu posisi dimana Anda tinggal sekarang ini, dengan cara meng klik “ location windows”
Selanjutnya, kita mesti pilih dulu lokasi kita di lokasi yang ada di stellarium. Masukan nama daerah, pastikan nama daerah anda ada di daftar, centang/pilih “use as default” untuk menetapkan tempat/lokasi setiap anda membuka stellarium.
Klik “date time/windows. Jam/waktu saat ini (sama dengan jam yang ada di laptop/pc anda). Tanggal / bulan / tahun sama juga dengan pc/laptop kamu.

Berdasarkan data-data di atas sudah bisa diambil kesimpulan, galaksi bima sakti/ Milky Way akan terlihat sekitar jam 1:55 WIB. Milky way akan membentang dari selatan ke timur. Dari data inilah kita baru bisa memulai untuk mempersiapkan kemana dan kapan kita akan belajar fotografi Bima Sakti atau Milky Way ini.

Syarat Memotret Bima Sakti atau Milky Way
Hindari polusi atau kebocoran cahaya, carilah lokasi motret bima sakti ke daerah pegunugan yang jauh dari polusi lampu lampu kota, karena cahaya lampu membuat milky way terlihat redup
Hindari AWAN, karena awan membuat milky way terhalang dan tidak terlihat
Cari foreground yang bagus agar foto milky way kamu lebih terlihat dramatis, missal celah perbukitan atau lereng-lereng tebing

Settingan Kamera Untuk Memotret Milky Way atau Bima Sakti
Gunakan diafragma terbesar dikamera kamu, misal : F2/8 atau F3.5
Gunakan speed terendah melebihi 30 detik, seperti 40s atau 90s. karena semakin lama rana terbuka, membuat bintang kelihatan bergaris ( seperti motret star trial )
Gunakan iso maximal 1250
Hindari menggunakan format JPEG, tapi gunakan format RAW untuk motret milky way, supaya fotonya lebih tajam/bagus dan enak untuk di edit di PS atau Lightrrom.
Gunakan manual focus dan infinity untuk mendapatkan tajam makximal.
Memulailah memotret…

Karena kita berada di daerah khatulistiwa, saat yang paling bagus untuk motret Milky Way atau Bima Sakti adalah sekitar bulan maret s/d Agustus. Di bulan-bulan ini lah pusat galaxy milky way tepat berada di belakang rasi sagitarius. Sehingga kita di khatulistiwa bisa melihat milky way terang benderang di langit malam. Di luar bulan-bulan tadi, posisi milky way kurang bagus terlihat. Palingan Cuma terlihat bagian redup nya doing, karena titik paling teranganya berada di bawah ufuk.
Saat belajar memotret milky way, jangan pernah berharap foto kamu bebas dari noise. Karena kita menggunakan ISO tinggi, bisa saja kita menggunakan iso rendah seperti 400 atau 800, tapi efek milky way tidak kelihatan alias gelap. Selamat mencoba..

Sumber : tipsfotografi.net